COMPRESSICEPS (Dimidiochromis Compressiceps)

Ikan Compressiceps ini termasuk juga ikan predator, karena biasanya suka memakan ikan kecil atau udang dengan cara menyergapnya. Di habitat aslinya yaitu di danau Malawi di Afrika, ikan ini akan menyergap mangsanya dengan cara berlindung di balik tanaman air Valisneria.

Ikan dengan nama ilmiah Dimidiochromis compressiceps ini populer dengan nama yang cukup menyeramkan, Malawi eye biter atau yang artinya si tukang pemakan mata ikan dari danau Malawi. Di alam, ikan Compressiceps ini memang sering memakan mata ikan lainnya. Namun tidak demikian di aquarium, buktinya ikan ini masih bisa dgabung dengan ikan lainnya yang berukuran sama besar.

Compressiceps mampu untuk tumbuh hingga 25cm. Bentuk tubuh dan warnanya mirip dengan ikan electric blue, tapi moncong ikan ini agak lebih panjang. Walaupun ikan ini termasuk ikan predator tapi mereka juga dapat dibiasakan dengan pakan pelet. Untuk pemeliharaan dalam aquarium ikan ini dapat diberi pakan pelet, udang, cacing sutera dan cacing darah.

Untuk kualitas air yang dibutuhkan, ikan ini memerlukan kualitas air dengan pH netral atau agak basa. Sedangkan suhu yanh ideal berkisar antara 25-27C. Ikan ini juga rentan terhadap kandungan amoniak yang tinggi sehingga kebutuhan aquarium menjadi perioritas yang utama. Di pasar ikan hias lokal, ikan ini dijual dengan harga sekitar 7 ribu rupiah sampai dengan 10 ribu rupiah per ekornya untuk ikan dengan ukuran 7-8cm. Sedangkan di pasar ikan hias internasional atau di luar negri, ikan berukuran kecil dijual dengan harga US$ 5 dan ukuran besar seharga US$ 28.

COKELAT GURAMI (Sphaerichthys Osphromenoi)

Ikan Chocolate Gourami adalah termasuk kedalam suku ikan sepat dan gurami, yaitu Ospronemidae. Ikan yang mempunyai nama ilmiah Sphaerichthys osphromenoi ini berasal dati Sumatera, Kalimantan, Malaysia dan Thailand. Cokelat gurami ini seperti ikan sepat dan dapat tumbuh sampai dengan 5cm, disebut cokelat gurami karena warna tubuhbya yang memang berwarna cokelat.

Ikan ini termasuk omnivora yaitu pemakan segala, tetapi makanan utamanya adalah beragam hewan kecil seperti plankton, larva serangga, larva udang dan mluska.

Untuk pemeliharaan ikan ini membutuhlan kualitas air dengan pH 6-6,5 dan suhu ait 27-28C. Dalam pemeliharaan di akuarium ikan ini dapat diberi pakan dengan kutu air, cacing sutera dan artemia. Di pasar ikan lokal harga ikan ini dijual sekitar 5 ribu rupiah sampai dengan 7 ribu rupiah per ekornya untuk ikan yang berukuran 4-5cm.

CHECKER BARB (Puntius Oligolepis)

Checker Barb adalah salah satu jenis ikan kebanggaan Indonesia karena hanya terdapan di Sumatera. Ikan dengan nama ilmiah Puntius oligolepis ini lebih dikenal dengan sebutan the Cecker barb, Checkerboarf barb, Checkered barb dan Island barb.

Ikan ini dapat tumbuh sampai dengan 5cm. Di alam liar habitat asli dari ikan Checker barb ini adalah di dasar sungai atau danau dan hidup dengan memakan beragam hewan kecil seperti cacing, udang dan beragam lumut lumutan. Untuk pemeliharaan di akuarium ikan ini mudah untuk beradaptasi dengan memakan pelet dan cacing sutra, tetapi ikan ini tidak cocok untuk dipelihara di aquascape,karena dapat menakan tanaman air.

Ikan asli danau Maninjau ini hidup dengan cara berklompok atau scrolling dan menjadi ikan hias favorit di dunia. Sifatnya yang pendamai menjadi kelebihan tersendiri bagi para penghobi ikan hias, selain karena sangat mudah untuk dipelihara.

Untuk kualitas air ikan Checker barb ini memerluka air dengan suhu sekitar 24-28C dan pH agam asam sampai netral berkisar 6-7,5. Budi daya ikan Checker barb mempunyai peluang yang sangat baik. Bahkan ikan ini masih menjadi primadona untuk pasar ekspor karena ikan ini sulit dipijahkan di daerah dingin seperti Amerika, Eropa dan Australia. Ketiganya adalah pengimpor terbesar ikan ini.

CASUARIUS (Steatocranus Casuarius)


Ikan Casuarius adalah jenis ikan siklid yang mempunyai nama ilmiah Steatocranus casuarius ini lebih dikenal dengan nama Humphead, Lionhead atau Buffalohead. Ikan dengan ciri khas nonong di kepala ini habitat aslinya berasal dari Kongo, Afrika. Casuarinus mempunyai bentuk tubuh seperti ikan Louhan ini, adalah ikan mini untuk seukuran ikan siklid, karena hanya mampu tumbuh sampai 12cm saja.

CARPINTIS (Herichthys Carpintis)

Herichthys Carpintis

Ikan Carpintis adalah termasuk dalam golongan ikan siklid, ikan yang memepunyai nama ilmiah Herichthys Carpintis ini adalah termasuk ikan yang sangat dicari saat demam ikan louhan melanda Indonesia, karena sekilas ikan ini mirip dengan ikan louhan. Corak mutiara yang terdapat dalam tubuhnya sangat menarik untuk disilangkan dengan ikan lain dari suku Cichliade lainnya.

CALVUS (Altolamprologus Calvus)


Altolamprologus Calvus

Ikan siklid asal danau Tanganyika yang mempunyai nama ilmiah Altolamprologus calvus ini menjadi favorit para penghobi ikan siklid Afrika. Ikan ini terlihat unik dengan mulut yang panjang kedepan dan mempunyai mutiara yang penuh di sekujur tubuhnya.