SWORDTAIL (Xiphohorus Poecillidae)



Ikan Swordtail atau yang biasa disebut dengan ikan ekor pedang masih satu suku dengan ikan moly dan platy, yaitu suku Poecillidae. Ikan yang mempunyai nama ilmiah Xiphohorus Helleri ini berasal dari perairan di Amerika Tengah. Ikan omnivora ini dapat tumbuh sampai dengan 10 cm. Secara umum ikan swordtail termasuk ikan yang bersifat pendamai, walaupun kadang bersifat usil dengan menggigit sirip sirip ikan lain. Ikan ini dapat dipelihara bersamaan dengan ikan lain yang mempunyai ukuran sama atau lebih kecil seperti ikan guppy, tetra dan ikan cupang betina.

Ikan Swordtail termasuk ikan yang mempunyai banyak strain dengan beragam bentuk sirip dan warna. Kemungkinan ikan platy, moly dan swordtail ini adalah termasuk ikan yang paling banyak dijual di pasar ikan hias lokal maupun internasional. Ikan ini dijual dengan harga cukup murah, terkecuali pada jenis ikan dengan strain yang masih baru, dan ikan ini termasuk ikan yang paling banyak dipelihara oleh berbagai kalangan pencinta ikan hias.

Ikan swordtail adalah termasuk ikan sosial dan suka berenang secara berkelompok. Mereka memang bukan perenang cepat dan berenang bersamaan seperti ikan tetra dan barbus. Memeliharanya dengan sekelompok moly dan platy empat samapai enam ekor di dalam satu aquarium akan terlihat lebih sehat dibandingkan hanya memelihara satu ikan platy di antara beragam jenis ikan lainnya. Lebih tepat lagi bila memakai perhitungan satu jantan dengan tiga sampai empat betina.

Untuk memelihara ikan swordtail bisa dibilang sangat mudah karena ikan ini tidak begitu peduli dengan kualitas air, selama ikan ini tidak dipelihara dengan ikan ikan kecil lain yang tidak menghasilkan amoniak atau kotoran sebanyak ikan ikan yang berukuran besar. Memelihara ikan ini dibilang sangat mudah karena ikan swordtail bisa dipelihara tanpa menggunakan filter, asalkan kepada jumlah ikan masih dapat ditoleransi. Ikan ini lebih menyukai air dengan pH netral sampai agak basa yaitu sekitar 7-8 dan suhu yang ideal adalah 25-27C.

Ikan ini mempunyai sifat omnivora, mereka akan memakan apapun yang kita sodorkan. Meski demekian harus di ingat bahwa ikan ini tetaplah vegetarian sehingga lumut adalah pakan yang paling tepat. Bila memberikan pakan berupa pelet, pilihlah pelet yang mengandung spirulina atau materi vegetables oil lainnya. Pemberian pelet yang kamdungan proteinnya terlalu tinggi bisa menyebabkan ikan sembelit atau susah membuang kotoran. Pakan yang paling tepat adalah lumut yang menempel di tanaman air hydrilla. Selain mudah, praktis dan murah juga menyehatkan ikan ini. Dengan lumut yang menempel di tanaman air hydrilla , kita  tinggal memantau saja.  Bila lumut yang menempel di tanaman air sudah mulai habis, kita dapat menambahkan pelet yang berukuran kecil cukup sekali senari.

Untuk peluang pasar ikan swordtail ini memang tidak pernan surut di pasaran sejak ikan hias ada di Indonesia. Di samping ikan molly, guppy dan ikan cupang, ikan ini selalu termasuk salah satu ikan yang selalu berada di pasar ikan hias. Keandalannya adalah harganya yang relatif murah, kecuali pada strain jenis baru dan sedang terend di pasaran. Saat ini banyak dikembangkan jenis jenis yang baru di pasar internasional, bahkan event dunia ikan hias, baik dalam lomba maupun pameran. Beberapa strain baru hasil kawin silang dan mutasi yang saat ini beredar di pasaran antara lain black swordtail, gold tux, green, lyre tail, neon, red simpson, spotted, red velvet swordtails, black velvet, belize dan atoyac.

DANIO ZEBRA (Danio Rerio)

danio zebra

Danio Zebra atau ikan yang mempunyai nama ilmiah Danio Rerio ini berasal dari lembah sungai Himalaya yang meliputi negara Pakistan, Bangladesh, Nepal, Myanmar dan India. Habitat alami ikan ini adalah di sungai sungai kecil, aliran anak sungai Himalaya, termasuk di sawah sawah, rawa rawa dan aliran menggenang lainnya.

DANIO PEARL (Danio Albolineatus)

danio pearl

Danio Pearl atau ikan yang mempunyai nama ilmiah Danio Albolineatus ini berasal dari Asia Tenggara yaitu Laos, Thailand, Cambodia, Vietnam , Malaysia dan Sumatra Indonesia. Ikan yang populer di dunia ikan hias ini lebih dikenal dengan nama Pearl Danio.

DANIO GIANT (Devario Aequipinnatus)

GIANT DANIO

Danio Giant atau yang memiliki nama ilmiah Devario Aequipinnatus ini bisa dibilang mirip dengan ikan Convict, tetapi ukurannya lebih besar dan coraknya sedikit berbeda. Ikan Danio Giant sudah lama populer di dunia ikan hias. Ikan ini berasal dari lembah sungai Himalaya yang meliputi, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Myanmar, India dan China.

CORYDORAS (Corydoras Anes)

CORYDORAS (Corydoras Anes)

Corydoras atau ikan yang mempunyai nama ilmiah Corydoras Anes ini adalah ikan yang berasal dari Amazone, Amerika Selatan. Corydoras merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang paling banyak diminati oleh para pecinta ikan hias, dikarenakan ikan ini suka memakan sisa sisa makanan yang tidak habis dimakan oleh ikan lainnya. Sehingga selain tampilannya yang indah dengan kumisnya ikan ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan dalam aquarium.

DENISON BARB (Puntius Denison)

Puntius Denison

Denison, nama ikan ini diambil dari kata belakang nama ilmiahnya, yaitu Puntius Denison. Ikan Denison sendiri mempunyai harga yang sangat mahal untuk seukuran ikan jenis barb. Mahalnya harga jenis ikan ini mungkin karena sulitnya membudidayakan dan masuk kedalam kategori ikan yang vulnerable atau ikan yang mencapai posisi terancam punah dalam status konservasi IUCN (Intetnational Union for Conservation of Nature).

CTENOPOMA (Ctenopoma Acutirostre)

CTENOPOMA (Ctenopoma Acutirostre)

Ctenopoma adalah ikan yang termasuk kedalam suku Anabantidae atau masih satu suku dengan ikan gurami, sepat dan betok. Ikan yang mempunyai nama ilmiah Ctenopoma acutirostre ini mempunyai banyak nama, di antaranya Leopard ctenopoma, Leopard bushfish, Spotted ctenopoma, Spotted climbing perch, Spoted leaf fish, Africana leaf fish dan Spotted bushfish.